Kemajuan E-commerce di Indonesia: Data Statistik dan Platform Populer

E-commerce menjadi salah satu platform yang sering diakses dengan durasi mencapai 47 jam seharinya. Kegiatan ini mendukung kenaikan nilai transaksi e-commerce hingga mencapai 29,6% dan terus meningkat setiap tahunnya.

Tanggal

April 23, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Kategori

Share Blog

Berdasarkan data statistik yang beredar, data pengguna ecommerce di Indonesia mengalami peningkatan drastis dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini diikuti dengan maraknya pendaftaran usaha UMKM ke dalam platform digital. 

Maraknya penggunaan e-commerce dikarenakan penggunaannya yang efisien dan hemat waktu. Lewat e-commerce, konsumen dapat membeli mulai dari produk harian, barang elektronik, produk kecantikan, dan masih banyak lagi. Selain itu, e-commerce juga terintegrasi dengan berbagai pembayaran digital sehingga mempermudah transaksi konsumen. 

Peningkatan penggunaan e-commerce bukan karena tren saja, tetapi karena penggunaannya yang memudahkan belanja konsumen. Maka dari itu, artikel ini akan membahas mengenai data statistik e-commerce dan platform populer yang dapat kamu gunakan untuk usaha kamu. Simak sampai akhir! 

Data Statistik Perkembangan E-commerce di Indonesia 

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan drastis setelah pandemi COVID-19. Pemberlakuan lockdown memaksa para pemilik toko untuk menutup toko mereka guna mengurangi interaksi dengan orang lain, hal ini menyebabkan para pelaku usaha kehilangan pendapatan mereka. 

Maka dari itu, kebanyakan dari mereka beralih memanfaatkan internet sebagai platform transaksi jual beli. Berdasarkan laporan dari Google, Bain, dan Temasek yang dikutip oleh BRI, durasi akses platform e-commerce mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu dari 37 jam menjadi 47 jam sehari per Oktober 2020. 

Di tahun 2020, nilai transaksi e-commerce mengalami peningkatan sebesar 29,6% dari tahun sebelumnya. Berikut adalah tingkatan pertumbuhan nilai transaksi e-commerce dari tahun ke tahun yaitu: 

  • 2019: Rp 205,5 triliun 
  • 2020: Rp 266,3 triliun (meningkat sebesar 29,6%) 
  • 2021: Rp 401,1 triliun (meningkat sebesar 50,7%) 
  • 2022: Rp 476,3 triliun (meningkat sebesar 18,7%) 
  • 2023: Rp 453,75 triliun (berkurang sebesar 4,7%) 
  • 2024: Rp 487,01% (meningkat sebesar 7,3%) 

Data ini menunjukkan bahwa nilai transaksi e-commerce terus meningkat di setiap tahunnya kecuali tahun 2023, yang di mana dianggap tahun pemulihan ekonomi pasca pandemi. Peningkatan kesuksesan e-commerce mendorong para pemilik usaha untuk mendaftarkan usaha mereka ke dalam platform e-commerce. 

Berdasarkan data yang dirilis oleh KADIN, di tahun 2022 sebanyak 22% UMKM telah terdigitalisasi. Diikuti pada Agustus 2022, di mana sebanyak 20,24 juta UMKM di Indonesia telah terdigitalisasi, yang di mana secara persentase yaitu sebanyak 30% dari jumlah total UMKM di Indonesia. 

Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Bisnis Online 

Lantas apa saja faktor yang mendorong pertumbuhan e-commerce selain pandemi COVID-19? Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi pendorong tumbuhnya e-commerce di Indonesia, diantaranya: 

1. Kemajuan teknologi dan akses internet  

Akses internet di Indonesia sudah dapat diakses hingga ke beberapa pelosok desa lewat program “Indonesia Merdeka Sinyal”, hal ini tentunya mempermudah orang-orang desa dalam berbelanja tanpa harus pergi ke kota. 

Selain itu, teknologi juga terus berkembang setiap saatnya yang di mana mempermudah akses seseorang untuk melakukan belanja secara online. Hampir semua orang di dunia pun juga sudah mulai menggunakan smartphone sehingga meningkatkan pertumbuhan e-commerce. 

2. Jangkauan dan logistik yang luas 

Meningkatnya penggunaan e-commerce membuat jaringan gudang dan ekspedisi menjadi semakin luas. Dikarenakan e-commerce mampu menjangkau hingga ke pelosok sekalipun, sehingga logistik pun harus ditingkatkan. Gudang yang semakin banyak pun membuat biaya pengiriman menjadi lebih murah. 

Dahulu sebuah usaha hanya mampu menjangkau customer di daerah sekitarnya saja, namun, dengan mendaftarkan usaha di e-commerce kamu dapat menjangkau customer dimanapun mereka berada. 

3. Akses pembayaran digital yang mudah

Kemajuan teknologi mempermudah akses pembayaran secara digital. Kamu dapat melakukan pembayaran melalui virtual account, e-wallet (Gopay, OVO, Dana), atau bahkan lewat minimarket terdekat. 

Hal ini tentunya mempermudah masyarakat untuk melakukan belanja online karena tidak harus repot mengunjungi toko atau memegang uang fisik. 

4. Perubahan perilaku konsumen 

Sejak pandemi COVID-19, konsumen mulai terbiasa dan nyaman menggunakan e-commerce dibandingkan belanja secara langsung. Dikarenakan berbeda dengan toko fisik, e-commerce dapat selalu diakses dalam 24 jam. 

Konsumen pun merasa e-commerce lebih efisien dan hemat waktu sehingga merubah perilaku belanja mereka. Hal ini mendorong platform e-commerce untuk melakukan diskon dan promosi besar besaran untuk menarik konsumen untuk melakukan belanja secara online. 

5. Dukungan pemerintah 

Pemerintah sendiri memberikan dukungan digitalisasi UMKM dalam program “UMKM Go Digital.” Tujuan dari program ini adalah melakukan digitalisasi pada UMKM guna meningkatkan efisiensi bisnis dan akses pasar UMKM. 

Program ini juga memberikan pelatihan kepada pelaku usaha yang belum begitu paham akan digitalisasi. Pelatihan yang diberikan berupa: 

  • Pelatihan digital marketing 
  • Pelatihan penggunaan e-commerce 
  • Pelatihan mengelola keuangan secara digital menggunakan software
  • Pelatihan meningkatkan inovasi dan cara bersaing di pasar digital 

Platform E-commerce Paling Populer di Indonesia

Terdapat beberapa platform e-commerce yang memiliki tampilan dan cara kerja yang berbeda-beda. Kamu dapat memilih platform tersebut sesuai dengan preferensi dan popularitasnya. Berikut beberapa platform marketplace yang populer di Indonesia: 

1. Shopee

Shopee adalah salah satu marketplace e-commerce populer di Indonesia. Berdasarkan data dari Shopee, terdapat kunjungan sebanyak 152,6 juta, yang di mana mengalami kenaikan sebesar 12,8% dibandingkan bulan Oktober 2024. 

Di tahun 2024, Shopee juga mendapatkan sebesar 10.9 miliar pesanan bruto dengan GMV $100,5 miliar. Shopee juga meningkatkan penjualan produk lokal hingga 200% di sepanjang tahun 2024. 

Data di atas menunjukkan bahwa Shopee adalah platform e-commerce yang berkuasa di Indonesia. Kepopuleran Shopee diakibatkan oleh strategi marketingnya yang cemerlang salah satunya adalah pemberlakuan diskon dan promosi secara besar-besaran. 

2. Tokopedia 

Tokopedia merupakan salah satu marketplace e-commerce yang menyaingi kepopuleran Shopee. Menurut data dari Tokopedia, terdapat 67,1 kunjungan ke aplikasi maupun websitenya. 

Di tahun 2024, Tokopedia mencatat hasil penjualan mereka sebesar Rp 5,2 triliun. Hal ini dapat disebabkan oleh peningkatan penjual di platform mereka sebesar 2 juta. 

Tokopedia sendiri lebih digemari oleh UMKM karena berbasis lokal dan merupakan wadah bagi para UMKM untuk membuka bisnis online mereka. Selain itu, Tokopedia juga telah terintegrasi dengan Gojek sehingga mempermudah pengiriman maupun pembayaran. 

3. Lazada

Lazada merupakan salah satu marketplace e-commerce yang memiliki koneksi global yaitu Alibaba. Berdasarkan data, Lazada mendapatkan kunjungan sebesar 44,3 juta di bulan Desember 2024, dan mengalami peningkatan sebesar 51,53 juta pada Februari 2025. 

Pada tahun 2024, Lazada mencatat pendapatan bersihnya selama setahun sebanyak $151,4 juta. Kategori produk kesehatan dan kecantikan merupakan penyumbang terbesar pendapatan sebesar 21%

Lazada digemari karena aliansinya dengan Alibaba, sehingga memudahkan konsumen untuk membeli produk luar negeri. Maka dari itu, untuk mempermudah transaksi internasional, Lazada telah menyediakan fitur cross-border. 

4. Blibli 

Blibli merupakan salah satu marketplace buatan Indonesia yang menyediakan produk premium berkualitas tinggi dan memiliki toko yang tersedia secara online maupun offline. 

Pada tahun 2024, Blibli mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 16,71 triliun dan laba bruto sebesar Rp 3,29 triliun. Penjualan offline yang dilakukan Blibli menghasilkan kenaikan yang cukup tinggi yaitu 66% atau setara dengan Rp 859 miliar. Blibli juga berhasil menekan kerugian bersih mereka sebesar 30,5%

Blibli digemari karena berfokus pada penjualan elektronik dan fashion yang berkualitas. Sistem member Blibli sendiri membawa keuntungan berupa diskon sehingga menarik pelanggan untuk melakukan transaksi. Selain diskon, Blibli juga menawarkan cicilan 0% untuk penggunaan beberapa kartu kredit tertentu. 

Sudah Tertarik Menggunakan E-commerce? 

Seperti yang sudah dibahas artikel di atas, e-commerce sedang mencapai titik kepopuleran tertinggi saat ini. Transaksinya yang efisien dan hemat waktu mendorong konsumen untuk menghabiskan waktunya mencari produk yang mereka inginkan. 

Selain itu, pemerintah juga mendorong usaha UMKM untuk melakukan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas akses pasar. Platform e-commerce untuk melakukan bisnis online pun beragam, mulai dari marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lainnya.

E-commerce merupakan salah satu medium bisnis yang sangat efisien dan digemari oleh konsumen. Maka dari itu, yuk mulai digitalisasikan usaha kamu! Semoga artikel ini bermanfaat, ya! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.